Brussel-tp.undip.ac.id – Koordinator FIND4S Indonesia Dr. Yoga Pratama yang juga merupakan ketua konsorsium FORC3S (Food Research for Safety, Security, and Sustainability) diterima Dubes Belgia dan memberikan gagasan untuk perluasan kerja sama.
FORC3S yang dibentuk dari pengembangan program FIND4S yang saat ini tengah beraktivitas di tahun yang kedua.
Dalam paparannya, Dr. Yoga mewakili delegasi FIND4S Indonesia dalam pertemuannnya dengan Duta Besar Luar Biasa Dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia merangkap Luxemburg dan Uni Eropa Andy Rachmianto, di ruang pertemuan Kedutaan Besar RI di Kerajaan Belgia, Jumat (10/4), menyampaikan proposal guna mendapatkan dukungan penuh dari kedutaan RI. Hal ini dinilai penting karena FORC3S dalam implementasinya melibatkan anggota masyarakat kelompok usaha produktif dalam arti luas yang notabene di bawah binaan pemerintah.
Atas harapan tersebut, Dubes RI Andy Rachmianto yang didampingi beberapa staf diplomatik antara lain, Caka Alverdi Awal (Wakil kepala perwakilan RI), Agustina Dian Kartika Dharmawati (konselor) dan Winarti Halim (atase pertanian), sangat mendukung program FORC3S sebagai tindaklanjut dari pengembangan program FIND4S (Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food System in Indonesia).
Dubes Andy Rachmianto memberikan apresiasi dari usulan tersebut dan siap mendukung program yang tenga dikembangkan. Sementara itu Winarti Halim, atase pertanian memberikan sambutan positif karena program dinila sangat implementatif dengan persoalan-persoalan di masyarakat sebagai mana program MBG dan persusuan di Jawa Tengah.
Kunjungan tim FIND4S Indonesia ke kantor KBRI Belgia, adalah dalam rangkaian kegiatan mengikuti International Conference, 14th Biennial International Conference on Food Simulation (FOODSIM’2026), 15–17 April 2026 in Ghent, Belgium, di KU Leuven – Campus Ghent.
Konsorsium ini didanai oleh Erasmus+ yang melibatkan beberapa kampus di Eropa antara lain, KU Leuven (Koordinator), Hochschule Anhalt (Jerman), University College Dublin (Irlandia), dan Universidade Católica Portuguesa (Portugal).
Kegiatan FIND4S bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi Indonesia dalam menjawab tantangan ketahanan pangan berbasis data dan keberlanjutan yang melibatkan tujuh (7) kampus yang memiliki program studi bidang pangan yakni Undiversitas Diponegoro (Undip), Universitas Semarang (USM), Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Universitas Tidar, Universitas Nasional Karangturi (Unkartur), Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang (Untag), dan Unversitas PGRI Semarang. Saat beraudiensi dengan Dubes Belgia, merangkap Luxemburg dan Uni Eropa masing-masing kampus diwakili oleh Dr. Yoga Pratama dan Dr. Muhammad Abduh (Undip), Prof. Rohadi (USM), Dr. Enny Purwati Nurlaili (Untag), Dr. Muhammad Yusuf (Unimus), Martina Widhi Hapsari, M.Sc. (Unkartur), Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, M.Si (Untidar) dan Dr. Arief Rakhman Affandi (UPGRIS).
Berita ini sebelumnya telah tayang di mediaaktual.id