Semarang-tp.fpp.undip.ac.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro melaksanakan kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Japfa So Good Food Boyolali (20/4) sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap dunia industri pangan secara langsung.
Kunjungan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan untuk memberikan wawasan nyata mengenai proses produksi, standar mutu, serta manajemen industri pangan modern. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan komprehensif terkait alur produksi produk olahan pangan, mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi produk siap konsumsi.
Menariknya, rombongan mahasiswa disambut langsung oleh alumni Teknologi Pangan Undip yang saat ini telah berkarier di Japfa So Good Food Boyolali. Kehadiran para alumni tersebut tidak hanya memberikan gambaran nyata tentang peluang karier, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Para alumni berbagi pengalaman mengenai proses adaptasi di dunia industri, tantangan yang dihadapi, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat bersaing secara profesional. Interaksi ini menciptakan suasana yang hangat dan memberikan motivasi tambahan bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri selama masa studi.
Program Studi Teknologi Pangan Undip sendiri mencatat capaian yang sangat membanggakan dalam hal penyerapan lulusan. Lebih dari 90% alumni berhasil terserap di dunia kerja, baik di sektor industri pangan, penelitian, maupun bidang terkait lainnya. Capaian ini menunjukkan kuatnya relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri serta keberhasilan program dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja.
Tampak dalam gambar salah satu alumni, Lugas Prihasto yang menduduki jabatan sebagai pimpinan manajemen Continuous Development.
Melalui kegiatan KKL ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan praktik di lapangan, sehingga memiliki kesiapan yang lebih matang untuk berkontribusi di dunia industri pangan nasional maupun internasional.

