Semarang-tp.fpp.undip.ac.id – Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro menjadi koordinator pelaksanaan program KKN Tematik Keamanan Pangan bersama BPOM RI yang diselenggarakan dibawah kendali LPPM Undip. Kegiatan ini dimulai dengan info session bersama BPOM yang dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026, bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) serta perguruan tinggi pelaksana program. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam peningkatan keamanan pangan di masyarakat.
Acara ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan BPOM RI, yaitu Agus Yudi Prayudana, S.Farm., Apt., M.M., yang dalam paparannya menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai fasilitator keamanan pangan di tingkat desa. Turut hadir pula perwakilan industri melalui Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Indrayana. Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam platform daring.
Program KKN Tematik Keamanan Pangan ini mendapatkan dukungan dari delapan perusahaan makanan dan minuman nasional sebagai mitra strategis. Dukungan ini memperkuat implementasi program di lapangan, khususnya dalam pendampingan UMKM pangan olahan agar mampu memenuhi standar keamanan pangan serta meningkatkan daya saing produk.
Melalui program ini, sebanyak 60 mahasiswa akan diterjunkan langsung ke masyarakat untuk melakukan edukasi keamanan pangan, pendampingan UMKM, serta membentuk kader keamanan pangan di desa. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan dan kebutuhan riil di lapangan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat, diharapkan program ini mampu menerbitkan SPP-PIRT dalam mendorong terbentuknya ekosistem pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya menuju Indonesia Emas 2045.
