Semenyih, Malaysia-tp.undip.ac.id – Rektor University of Nottingham Malaysia secara resmi membuka rangkaian The 8th International Conference and Postgraduate Colloquium on Environment Research (POCER) 2026 dengan menyampaikan sambutan hangat kepada lebih dari 400 peserta yang hadir dari berbagai negara. Dalam pidatonya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi internasional untuk menjawab tantangan lingkungan dan keberlanjutan yang semakin kompleks.
Rektor menyampaikan kebanggaannya karena untuk pertama kalinya POCER diselenggarakan di kampus University of Nottingham Malaysia. Ia menjelaskan bahwa fasilitas konferensi yang baru saja direnovasi menjadi simbol komitmen universitas dalam menyediakan ruang yang mendukung pertukaran ilmu pengetahuan dan kerja sama akademik lintas negara.
Dalam sambutannya, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra penyelenggara, termasuk Universiti Sains Malaysia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro (Undip), dan Tashkent State Agrarian University, beserta seluruh pembicara, peneliti, dan peserta yang telah berkontribusi menyukseskan konferensi.
Universitas Diponegoro berperan sebagai salah satu co-organizer POCER 2026 dan mengirimkan 11 delegasi yang terdiri atas dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam berbagai sesi ilmiah. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen Undip dalam memperkuat jejaring riset internasional sekaligus meningkatkan kolaborasi di bidang lingkungan, keberlanjutan, dan inovasi.
Partisipasi Undip pada POCER 2026 juga diselenggarakan dengan dukungan Program World Class University (WCU) Universitas Diponegoro yang dikelola oleh Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya strategis Undip dalam memperluas jejaring akademik global, meningkatkan visibilitas internasional, serta mendorong kolaborasi riset dan publikasi bersama dengan berbagai mitra perguruan tinggi dunia.
Menurutnya, sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2011, POCER telah berkembang dari sebuah kolokium berskala lokal menjadi salah satu forum internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi di bidang lingkungan dan keberlanjutan. Perjalanan selama 15 tahun tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menghasilkan riset yang memiliki tujuan, relevansi, dan dampak nyata bagi masyarakat.
POCER 2026 tahun ini menghadirkan lebih dari 400 peserta yang berasal dari 22 negara dan sekitar 90 institusi di berbagai belahan dunia. Sekitar 220 peserta mengikuti kegiatan secara langsung di kampus University of Nottingham Malaysia, sementara lebih dari 150 peserta berpartisipasi secara daring. Menurut Rektor, tingginya partisipasi internasional menunjukkan bahwa tantangan perubahan iklim dan lingkungan tidak mengenal batas negara sehingga memerlukan kolaborasi global.
Mengusung tema “Weaving a Resilient and Sustainable Future”, konferensi ini mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu, industri, dan negara untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan. Rektor menilai tema tersebut sejalan dengan komitmen University of Nottingham Malaysia dalam memperkuat keterlibatan akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga menyinggung peluncuran Asia Institute for Policy Engagement (AIPE) sehari sebelumnya sebagai langkah strategis universitas dalam memperkuat kontribusi penelitian terhadap penyusunan kebijakan publik. Menurutnya, AIPE dan POCER 2026 memiliki semangat yang sama, yaitu memastikan hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pengambilan keputusan.
Salah satu kekuatan POCER 2026, lanjutnya, adalah kehadiran para pembicara utama kelas dunia yang dipadukan dengan partisipasi aktif mahasiswa pascasarjana serta peneliti muda. Ia menegaskan bahwa generasi peneliti muda memiliki perspektif baru yang mampu menantang cara berpikir konvensional sekaligus menjadi motor lahirnya inovasi di masa depan.
“Karya yang dipresentasikan selama konferensi ini bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi merupakan fondasi bagi pengembangan teknologi hijau, transisi energi, serta kebijakan lingkungan di masa mendatang,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan dua hari konferensi tidak hanya sebagai ajang presentasi hasil penelitian, tetapi juga sebagai kesempatan membangun jejaring internasional, memperluas kolaborasi, dan mengembangkan ide-ide yang dapat diterapkan untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan global.
Ia turut menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan mitra penyelenggara yang telah bekerja keras selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan konferensi tersebut. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan POCER 2026 merupakan hasil dedikasi, kerja sama, dan komitmen semua pihak dalam mewujudkan forum ilmiah bertaraf internasional.
