Gent – tp.fpp.undip.ac.id – Hari kedua program KU Leuven yang dibalut dengan program Erasmus+ menghadirkan sesi dari Dr. Satyajeet Bhonsale, peneliti dari BioTeC+ (Chemical and Biochemical Process Technology and Control), KU Leuven. Dalam sesi ini, Satyajeet membahas pentingnya pendekatan data-driven modelling dalam industri pangan melalui tiga studi kasus: sensomik pada cokelat, penuaan bir selama pandemi COVID-19, dan proses pengeringan semprot (spray drying).
Satyajeet menjelaskan bahwa model berbasis data sangat dibutuhkan ketika kompleksitas sistem tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh prinsip empiris. Pendekatan ini membantu memahami dinamika mutu rasa, variasi partikel, dan kualitas produk yang dipengaruhi waktu, serta menghindari risiko overfitting dalam pemodelan prediktif.
Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi inspirasi topik skripsi dan tesis di bidang teknologi pangan di Indonesia. Bagi mahasiswa yang tertarik mengembangkan teknik pemodelan ini lebih lanjut, dapat menghubungi Kepala Program Studi Teknologi Pangan Undip, Dr. Al-Baarri, untuk pendampingan dan pengembangan riset lanjutan.