BPOM Bekali 64 Mahasiswa Undip Melalui Pembekalan Teknis Keamanan Pangan Program KKNT 2026

Semarang.tp.undip.ac.id – Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Pembekalan Materi Teknis Keamanan Pangan Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Keamanan Pangan Tahun 2026 pada tanggal 23–25 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini merupakan bagian dari persiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke masyarakat dalam program pendampingan keamanan pangan di berbagai daerah. Pembekalan diselenggarakan serentak pada tiga lokasi perguruan tinggi mitra, yaitu Universitas Diponegoro, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, dan Universitas Tanjungpura, dengan koordinasi Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan (PMPUPO) BPOM.

Pembukaan kegiatan yang berlangsung di Ruang G.202 Gedung G FPP Universitas Diponegoro dihadiri oleh Dekan FPP Universitas Diponegoro Prof. Sugiharto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., Ketua Program Studi Teknologi Pangan Ahmad Ni’matullah Al-Baarri, S.Pt., M.P., Ph.D., Kepala P2KKN Universitas Diponegoro Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., serta Sekretaris P2KKN Universitas Diponegoro Satriyo Adhy, S.Si., M.T. Kehadiran pimpinan fakultas dan pengelola KKN menunjukkan komitmen Universitas Diponegoro dalam mendukung peningkatan kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan.

Pada Program KKNT Keamanan Pangan Tahun 2026 ini, Universitas Diponegoro mengalokasikan 64 mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan bersama BPOM. Setelah mengikuti rangkaian pembekalan, mahasiswa akan berperan sebagai Kader Keamanan Pangan dan Fasilitator Keamanan Pangan yang bertugas mendampingi masyarakat, sekolah, pelaku usaha pangan olahan, serta berbagai kelompok sasaran lainnya dalam menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan. Peran tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keamanan pangan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis dan keterampilan lapangan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan Program KKN Tematik Keamanan Pangan, penerapan Lima Kunci Keamanan Pangan pada lingkungan keluarga, sekolah, pangan siap saji, dan ritel pangan, pelaksanaan bimbingan teknis keamanan pangan melalui simulasi dan micro teaching, serta pemahaman mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT). Materi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam melaksanakan edukasi, pendampingan, dan pembinaan keamanan pangan kepada masyarakat maupun pelaku usaha pangan olahan selama kegiatan KKNT berlangsung.

Pada pelaksanaan di FPP Universitas Diponegoro, kegiatan menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, yaitu Sri Hartati, S.Si., Apt., M.Sc.; Setya Wulan Widaningsih, S.Farm., Apt.; Yohanes Bosco Ari Cahyo H., S.Farm., Apt.; Nahriyati, S.Farm., Apt.; serta Tristya Yunita, S.TP. Para narasumber menyampaikan berbagai materi terkait sistem keamanan pangan nasional, pengawasan pangan olahan, teknik pembinaan masyarakat, hingga implementasi CPPB-IRT pada usaha pangan skala rumah tangga. Melalui sesi diskusi, studi kasus, dan simulasi lapangan, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan kondisi masyarakat yang akan menjadi sasaran program.

Melalui kegiatan ini, BPOM dan Universitas Diponegoro berharap mahasiswa peserta KKNT Keamanan Pangan Tahun 2026 mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan. Bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pembekalan diharapkan dapat mendukung terciptanya budaya keamanan pangan yang lebih baik, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta meningkatkan kualitas pangan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi di Indonesia.

WhatsApp
X
Facebook