Norwegian Mycelium Perkenalkan Teknologi Upcycling Limbah Pangan dalam Global Classroom Teknologi Pangan Undip

Semarang-tp.fpp.undip.ac.id – Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan kegiatan Global Classroom pada Selasa (2/6/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang mengangkat tema “Upcycling Food Industry Side Streams into Innovative Mycoprotein Production” ini menghadirkan Dr. Kinanthi Mondylaksita, Food Scientist dari Norwegian Mycelium (NoMy), Oslo, Norwegia, sebagai narasumber utama. Acara dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi Teknologi Pangan FPP Undip, Dr. Ahmad Ni’matullah Al-Baarri, S.Pt., M.P., Ph.D., dilanjutkan sambutan Dekan FPP Undip, Prof. Sugiharto, S.Pt., M.Sc., Ph.D.

Dalam pengantarnya, Dr. Kinanthi memperkenalkan Norwegian Mycelium sebagai perusahaan teknologi fermentasi yang berfokus pada transformasi food industry side streams atau hasil samping industri pangan menjadi bahan pangan bernilai tinggi melalui pemanfaatan jamur (fungi). Sebagai lulusan Sarjana Teknologi Hasil Pertanian, Magister Teknologi Hasil Perkebunan, dan Doktor Ilmu Pangan dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Kinanthi memiliki pengalaman panjang dalam bidang side-stream valorisation, protein berbasis jamur (fungi-based proteins), serta pengembangan ekonomi sirkular untuk industri pangan berkelanjutan. Sebelum bergabung dengan Norwegian Mycelium, ia juga pernah menjadi peneliti doktoral tamu dan dosen pertukaran di University of Borås, Swedia.

Pada sesi utama, Dr. Kinanthi menjelaskan tantangan global dalam penyediaan pangan berkelanjutan. Diperkirakan dunia perlu memproduksi sekitar 60% lebih banyak pangan pada tahun 2050, sementara sektor pertanian saat ini menyumbang sekitar 90% deforestasi global, menggunakan 70% sumber daya air tawar, dan masih menghadapi kehilangan atau pemborosan pangan hingga 33% dari total produksi pangan dunia. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi dalam pemanfaatan sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan mycoprotein, yaitu protein yang dihasilkan melalui proses fermentasi jamur menggunakan bahan baku dari hasil samping industri pangan. Melalui teknologi fermentasi, berbagai residu pertanian dan pangan dapat diubah menjadi bahan pangan bernilai tinggi yang memiliki potensi sebagai sumber protein alternatif yang lebih berkelanjutan dibandingkan sumber protein konvensional. Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi limbah industri pangan, tetapi juga mendukung penerapan ekonomi sirkular dan pengurangan dampak lingkungan dari sistem produksi pangan global.

Sesi yang dimoderatori oleh Lutfi Purwitasari, S.T.P., M.Sc. tersebut berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari dosen dan mahasiswa mengenai peluang pengembangan mycoprotein di Indonesia, aspek regulasi, hingga potensi pemanfaatan limbah agroindustri lokal sebagai substrat fermentasi. Melalui kegiatan Global Classroom ini, Program Studi Teknologi Pangan FPP Undip terus memperkuat jejaring internasional serta memperluas wawasan sivitas akademika mengenai perkembangan teknologi pangan mutakhir yang mendukung keberlanjutan sistem pangan dunia.

WhatsApp
X
Facebook