
Magelang (29/7) Desa Soroyudan merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam Kecamatan Tegalrejo, Magelang. Lokasi geografis Desa Soroyudan yang sangat mendukung aktivitas agraris menyebabkan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Selain bertani, warga juga gemar menanam berbagai jenis komoditas di pekarangan rumah. Salah satu tanaman yang mudah dijumpai di lahan penduduk Desa Soroyudan adalah kelapa. Buah kelapa seringkali dijual oleh warga secara langsung, tanpa melalui pengolahan dalam bentuk apapun. Harga jual buah kelapa berkisar dari Rp2000-3000 per buah jika buahnya dijual langsung dari pohon dan tidak dipetik atau diolah terlebih dahulu.
Hal tersebut membuka potensi pengolahan kelapa menjadi produk dengan nilai ekonomi dan fungsional yang lebih tinggi seperti Virgin Coconut Oil (VCO). VCO merupakan minyak yang dibuat dari daging kelapa dengan warna yang cenderung jernih dan memiliki aroma khas. Pada umumnya, VCO dibuat tanpa melalui proses pemanasan dengan suhu yang tinggi sehingga banyak senyawa fungsional yang masih terjaga di dalamnya, seperti asam laurat. Manfaat dari VCO pun beragam, baik untuk dikonsumsi maupun untuk pemakaian eksternal seperti pada rambut dan kulit. Ditinjau dari segi komposisinya, Virgin Coconut Oil terdiri dari banyak asam lemak rantai menengah dan pendek sehingga dapat meningkatkan daya cerna minyak tersebut sehingga dapat meningkatkan energi serta menstimulasi metabolisme tubuh. Terdapat pula banyak senyawa antioksidan dalam VCO yang dapat membantu mencegah kanker pada tubuh. VCO juga seringkali digunakan untuk melembabkan kulit dan menghidrasi rambut sehingga terlihat mengkilat dan sehat.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2024 di Desa Soroyudan, Raissa Indira Primusti, mencanangkan dan mengeksekusikan program kerja demonstrasi pembuatan VCO pada tanggal 29 Juli 2024 untuk membantu memaksimalkan potensi desa, terutama di bidang pengolahan komoditas. Demonstrasi VCO dihadiri oleh ibu-ibu dari Dusun Soroyudan dan Gembung di Desa Soroyudan. Sebelum dilakukan demonstrasi, dilakukan pemaparan terlebih dahulu mengenai definisi, manfaat, dan cakupan materi lainnya mengenai kelapa dan VCO. Tahapan demonstrasi menunjukkan cara pembuatan VCO melalui metode pemanasan. Pembuatan VCO metode pemanasan terdiri dari langkah-langkah yang sederhana dan relatif mudah dilakukan. Kelapa yang sudah diparut kemudian diperas dan disaring sehingga diperoleh santan. Langkah selanjutnya adalah pemanasan santan dengan api sedang sembari diaduk agar tidak muncul kerak pada panci. Tahap pemanasan dilakukan hingga didapatkan VCO yang terpisah dari protein santan bertekstur seperti krim yang seringkali disebut blondo.

Program ini diharapkan dapat membantu penduduk Desa Soroyudan dalam memaksimalkan potensi buah kelapa yang pohonnya seringkali ditemukan dalam desa. Eksplorasi potensi dari komoditas kelapa melalui pengolahan menjadi VCO dapat membantu meninggikan nilai jual serta kualitas dari produk yang akan dipasarkan. VCO yang dibuat juga dapat digunakan secara pribadi karena fungsionalitasnya yang beragam. Keberlangsungan dan keberhasilan program ini sangat terbantu oleh partisipasi dan antusiasme para ibu rumah tangga yang menghadiri demonstrasi tersebut.
Penulis: Raissa Indira Primusti/23020121130073/Teknologi Pangan/Fakultas Peternakan dan Pertanian
Lokasi: Desa Soroyudan, Kecamatan Tegalrejo
DPL: Dito Aryo Prabowo, S.Psi., M.Psi.
KKN TIM II UNDIP Tahun 2023/2024
Editor : Media TP UNDIP 2021