Semarang-tp.undip.ac.id – Program Studi Teknologi Pangan, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan Summer Course Javanese Gastronomy yang memasuki penyelenggaraan tahun kelima. Acara pembukaan dilaksanakan pada Senin, 6 Juli 2026, dan selama 30 hari diikuti secara daring melalui platform Massive Open Online Courses (MOOCs).
Summer Course tahun ini diikuti oleh 40 mahasiswa internasional yang berasal dari 10 negara, menjadikannya sebagai salah satu program internasional tahunan yang terus memperkuat jejaring akademik Universitas Diponegoro di tingkat global. Program ini dilaksanakan selama masa liburan akademik, yaitu Juli hingga Agustus 2026, sehingga memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk mempelajari kekayaan gastronomi Indonesia, khususnya gastronomi Jawa.
Ketua panitia, Yasmin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun kelima ini merupakan bentuk komitmen Program Studi Teknologi Pangan dalam menghadirkan pengalaman belajar lintas budaya yang mengintegrasikan ilmu pangan, budaya, serta kearifan lokal Indonesia kepada peserta internasional.
Acara pembukaan secara resmi dibuka oleh Pak Al-Baarri, Ketua Departemen Pertanian Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta serta berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, dan pengalaman antarnegara. Beliau juga menegaskan bahwa Summer Course Javanese Gastronomy telah menjadi agenda internasional tahunan Departemen Pertanian yang berkontribusi dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional Indonesia kepada masyarakat dunia.
Selama program berlangsung, para peserta akan mengikuti berbagai materi, diskusi, dan kegiatan pembelajaran interaktif mengenai gastronomi Jawa, mulai dari filosofi pangan, bahan pangan lokal, teknologi pengolahan pangan tradisional, hingga aspek budaya yang melatarbelakangi berbagai kuliner khas Jawa. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kolaborasi akademik yang lebih luas sekaligus meningkatkan pemahaman peserta terhadap potensi dan keberagaman gastronomi Indonesia sebagai bagian dari warisan budaya yang bernilai tinggi.

