Teknologi Pangan Perkuat Komitmen Internasionalisasi melalui Workshop Strategi Percepatan Universitas Diponegoro Menuju Top 500 Dunia

Semarang-tp.undip.ac.id – Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Diponegoro turut berpartisipasi aktif dalam Workshop Strategi Percepatan Universitas Diponegoro Peringkat 500 Dunia yang diselenggarakan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Diponegoro pada Selasa (14/7) di Gedung Prof. Soedarto, S.H., Kampus UNDIP Tembalang.

Workshop menghadirkan Prof. Dato’ Seri Ir. Dr. Zaini Ujang, Chairman Malaysian Qualifications Agency (MQA) sekaligus mantan Secretary General Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia. Dalam paparannya, Prof. Zaini membagikan berbagai strategi dan best practices yang diterapkan oleh universitas-universitas bereputasi dunia dalam membangun daya saing global melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, tata kelola, inovasi, kolaborasi internasional, serta reputasi akademik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan universitas dan menjadi forum strategis untuk menyusun langkah konkret dalam mewujudkan target Universitas Diponegoro masuk ke dalam jajaran 500 universitas terbaik dunia.

Bagi Program Studi Teknologi Pangan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat kontribusi terhadap internasionalisasi universitas. Hal tersebut sejalan dengan capaian Universitas Diponegoro pada QS World University Rankings by Subject 2026, di mana UNDIP berhasil menempatkan 10 bidang ilmu dalam pemeringkatan dunia dan lima bidang ilmu berhasil masuk ke dalam Top 500 dunia, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengakuan akademik di tingkat internasional.

Sebagai salah satu program studi yang aktif dalam pengembangan jejaring global, Teknologi Pangan FPP UNDIP terus mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional, kolaborasi riset lintas negara, serta penguatan mobilitas akademik melalui berbagai program student exchange, visiting professor, joint research, dan kolaborasi dengan universitas mitra di berbagai negara.

Komitmen internasionalisasi tersebut juga diwujudkan melalui penyelenggaraan International Symposium on Food and Agrobiodiversity (ISFA), sebuah konferensi ilmiah internasional yang dikelola oleh Program Studi Teknologi Pangan sebagai wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk mendiskusikan inovasi terkini di bidang pangan, agrobiodiversitas, dan keberlanjutan. Selain itu, Program Studi Teknologi Pangan juga mengelola The International Food Systems and Sustainability Award (DiFoSSA) sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya ilmiah yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan sistem pangan berkelanjutan di tingkat global.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Program Studi Teknologi Pangan tidak hanya memperluas jejaring internasional Universitas Diponegoro, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan indikator-indikator penting dalam pemeringkatan dunia, seperti reputasi akademik, kualitas publikasi, sitasi ilmiah, kolaborasi internasional, serta dampak penelitian terhadap masyarakat.

Partisipasi dalam workshop ini diharapkan semakin memperkuat langkah Program Studi Teknologi Pangan dalam mendukung visi Universitas Diponegoro sebagai World Class University. Dengan sinergi seluruh sivitas akademika, Teknologi Pangan FPP UNDIP optimistis dapat terus menjadi salah satu motor penggerak internasionalisasi dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan target Universitas Diponegoro masuk ke jajaran Top 500 World University.

WhatsApp
X
Facebook