Tekpang UNDIP dan UPLB Perkuat Kolaborasi Riset, dari Pulsed Electric Fields hingga Functional Food

Semarang, tp.undip.ac.id – Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro terus memperkuat jejaring riset internasional melalui kolaborasi dengan University of the Philippines Los Baños (UPLB). Penguatan kolaborasi tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan akademik bersama Dr. Sheba Mae Magbanua Duque, Ph.D., PFT. dari UPLB dengan kolaborator dari Teknologi Pangan UNDIP, Setya Budi Muhammad Abduh, S.Pt., M.Sc., Ph.D.

Dalam sesi diskusi bersama dosen muda Teknologi Pangan UNDIP, Dr. Sheba memaparkan bidang kepakaran, research interests, serta berbagai proyek penelitian yang sedang dan akan dikembangkan bersama timnya di UPLB. Paparan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengidentifikasi potensi sinergi kepakaran dan peluang pengembangan riset bersama antara UNDIP dan UPLB.

Salah satu penelitian unggulan yang dipaparkan adalah PEF PH: Advancing Food Innovation in the Philippines through Pulsed Electric Fields (PEF) Technology. Penelitian ini berfokus pada pengembangan teknologi Pulsed Electric Fields (PEF) untuk mendorong inovasi pengolahan pangan.

Selain memimpin penelitian PEF, Dr. Sheba juga terlibat sebagai bagian dari tim dalam sejumlah proyek penelitian lain. Di antaranya adalah “Peel or No Peel: Evaluation of the Impact of Peel Inclusion in Green Banana Flour” serta “Goin’ Bananas: Full Utilization of Green Bananas and Application of Physical Modifications to Enhance Banana Flour’s Attributes”. Kedua penelitian tersebut mengeksplorasi pemanfaatan pisang hijau dan pengembangan karakteristik tepung pisang sebagai bahan pangan potensial.

Dr. Sheba juga terlibat dalam proyek “CHOCALABARZON: Improvement of Cacao Bean Quality and Establishment of the Regional Identity of Philippine Chocolate in CALABARZON”. Penelitian tersebut berfokus pada peningkatan mutu biji kakao sekaligus penguatan identitas regional cokelat Filipina di kawasan CALABARZON.

Menariknya, Dr. Sheba juga memaparkan sejumlah rencana penelitian dengan pendanaan eksternal yang memperlihatkan kesinambungan agenda risetnya hingga tahun 2028. Pada 2027, salah satu proyek yang direncanakan adalah “Bignay Plus: Characterization and Valorization of Bignay.” Penelitian ini diarahkan pada karakterisasi dan peningkatan nilai tambah hasil samping bignay untuk pengembangan pangan fungsional dan aplikasi nutraseutikal.

Agenda penelitian lainnya pada 2027 adalah “MangoBio”. Riset tersebut akan mengeksplorasi aspek bioaksesibilitas serta potensi bioprotektif dari produk pangan fungsional berbasis mangga.

Sementara itu, pengembangan teknologi berbasis medan listrik akan dilanjutkan melalui rencana proyek “PULSE-PH: Philippine Upgradeable Low-Cost and Scalable Electroporation Equipment for Food Applications”.

Dari Teknologi Pangan UNDIP, Setya Budi Muhammad Abduh, S.Pt., M.Sc., Ph.D. menjadi kolaborator Dr. Sheba dalam pengembangan kegiatan akademik dan penelitian. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari program postdoctoral dalam skema World Class University Universitas Diponegoro, dengan Dr. Abduh sebagai PIC kegiatan.

Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama yang semakin konkret, mulai dari joint research, joint publication, pertukaran pengetahuan dan teknologi, hingga keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam penelitian internasional. Luasnya spektrum penelitian Dr. Sheba—mulai dari PEF, elektroporasi, pisang hijau, mangga, bignay, kakao, hingga pangan fungsional—memberikan banyak titik temu dengan pengembangan keilmuan dan penelitian di Teknologi Pangan UNDIP.

Kolaborasi UNDIP–UPLB juga diarahkan pada peningkatan mobilitas akademik mahasiswa. Ke depan, direncanakan adanya mahasiswa Teknologi Pangan UNDIP yang melaksanakan kegiatan akademik di UPLB pada tahun 2027, sehingga hubungan kedua institusi diharapkan berkembang dari kolaborasi antardosen menjadi jejaring pendidikan dan penelitian yang semakin luas.

Melalui kolaborasi bersama UPLB, Teknologi Pangan UNDIP terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang internasional, kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan teknologi serta pangan fungsional masa depan.

WhatsApp
X
Facebook