UNDIP dan UNISNU Jepara Perkuat Hilirisasi Kopi Watuaji melalui Pengembangan Agroforestri dan Teknologi Pascapanen

Jepara-tp.undip.ac.id – Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara bersama Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat bagi petani kopi di Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Pemberdayaan Desa Binaan bertema “Pengembangan Agroforestri Desa Watuaji Jepara untuk Mendukung Penguatan Kemandirian Pangan Berbasis Ekonomi Sirkular.”

Program ini merupakan kolaborasi antara UNISNU Jepara dan UNDIP dengan dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Dr. Sisno Riyoko, S.E., M.M. sebagai ketua, serta Dr. Joko Minardi, S.Kom., M.Kom.; Azzah Nor Laila, S.Th.I., M.S.I.; dan Ahmad Ni’matullah Al-Baarri, S.Pt., M.P., Ph.D. sebagai anggota. Kegiatan juga melibatkan Albertus Fajar Irawan, S.P., M.Agr., Ph.D. dari UNDIP sebagai narasumber bidang pengelolaan agroforestri pada lahan perkebunan.

Kegiatan dihadiri oleh 25 petani kopi, tiga perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dua dosen UNDIP, dan lima dosen UNISNU Jepara. Lurah Desa Watuaji turut hadir dan memberikan dukungan terhadap sinergi perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi unggulan desa.

Dalam sesi materi, Albertus Fajar Irawan menjelaskan pengelolaan agroforestri pada perkebunan kopi, termasuk pengaturan tanaman, pemanfaatan lahan, dan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Sistem agroforestri diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan pendapatan petani.

Sementara itu, Ahmad Ni’matullah Al-Baarri menyampaikan materi mengenai pengelolaan teknologi pascapanen kopi, mulai dari sortasi, fermentasi, pengeringan, penyimpanan, hingga proses roasting. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan, kadar air, suhu, waktu, dan konsistensi proses agar kopi terhindar dari kontaminasi, pertumbuhan jamur, fermentasi berlebih, serta penurunan mutu.

Kegiatan tidak hanya dilaksanakan melalui penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan demonstrasi dan praktik penggunaan mesin roasting. Para petani dapat mengamati perubahan warna, aroma, dan karakter biji kopi selama proses penyangraian. Pengendalian suhu, durasi roasting, serta pemahaman terhadap tahapan first crack menjadi bagian penting dalam menentukan profil rasa dan kualitas akhir kopi.

Tim UNDIP dan UNISNU Jepara juga melakukan peninjauan langsung ke kebun kopi Desa Watuaji. Melalui kegiatan lapangan tersebut, tim bersama petani mendiskusikan kondisi tanaman, pengelolaan kebun, serta peluang penerapan sistem agroforestri yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Program ini turut mengusung prinsip ekonomi sirkular, yaitu mendorong pemanfaatan kembali hasil samping dan limbah pertanian agar dapat memberikan nilai tambah serta mengurangi pemborosan sumber daya. Pendekatan tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan produk baru dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara UNISNU Jepara, UNDIP, Pemerintah Desa Watuaji, BUMDes, dan kelompok petani, kopi Watuaji diharapkan berkembang menjadi produk unggulan desa dengan mutu yang konsisten, karakter asal yang kuat, dan nilai jual yang lebih tinggi.

WhatsApp
X
Facebook