Semarang, tp.undip.ac.id – Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, kembali memperkuat jejaring internasional melalui kolaborasi dengan Universiti Malaysia Kelantan (UMK), Malaysia. Kerja sama ini diwujudkan melalui program World Class University (WCU) – SDGs International Community Services (ICS) yang berfokus pada pemberdayaan kelompok wanita tani berbasis agroforestri di Desa Kemambang, Kabupaten Semarang, pada September 2026.
Program pengabdian masyarakat internasional ini dikoordinasikan oleh Dr. Siti Susanti bersama tim dari Teknologi Pangan, dengan melibatkan mitra internasional dari Universiti Malaysia Kelantan. Delegasi UMK terdiri atas Dr. Noor Janatun Naim Jemali, selaku Director of the Centre of University Strategic Networking, bersama dua mahasiswa dari Faculty of Earth Science, yaitu Aisyah Nabila dan Haqqul Yaqin. Kehadiran akademisi dan mahasiswa internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kedua perguruan tinggi dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi pangan dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Mengangkat tema “Empowerment of the Agroforestry-Woman Farmer Group in Kemambang Village, Semarang Regency through the Technology of Processing Sugar Palm Trees into Instant Spiced Drinks to Increase Food Security and Alleviate Poverty,” kegiatan ini berfokus pada pengembangan teknologi pengolahan komoditas aren menjadi minuman rempah instan. Inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperluas diversifikasi produk pangan lokal, serta membuka peluang usaha bagi kelompok wanita tani di Desa Kemambang.
Melalui kegiatan ini, tim UNDIP bersama delegasi UMK berupaya mengintegrasikan keilmuan teknologi pangan dan agroforestri dalam pengembangan produk berbasis potensi desa. Kolaborasi tersebut juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara dosen serta mahasiswa dari kedua negara, khususnya dalam penerapan teknologi tepat guna yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan kelompok wanita tani menjadi perhatian utama dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya pertanian setempat.
Program ini sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty), SDG 2 (Zero Hunger), SDG 5 (Gender Equality), dan SDG 15 (Life on Land). Melalui penguatan kapasitas kelompok wanita tani, peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal, serta pengembangan agroforestri berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Kolaborasi UNDIP dan Universiti Malaysia Kelantan ini menjadi kebanggaan bagi Departemen Teknologi Pangan UNDIP yang terus berkomitmen memperluas kerja sama internasional, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui pengabdian masyarakat. Di bawah koordinasi Dr. Siti Susanti bersama tim, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kerja sama berkelanjutan antara kedua institusi, sekaligus menghasilkan inovasi teknologi pangan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
