UNDIP Perkuat Cascading Kinerja Berbasis IKU dan Kemandirian Program Studi Menuju Top 200 Dunia

Semarang, tp.undip.ac.id – Universitas Diponegoro menyelenggarakan Workshop Implementasi Cascading Kinerja Berbasis Indikator Kinerja Utama dan Penguatan Kemandirian Program Studi Tahun 2026 di ICT Centre Lantai 5, Kampus UNDIP Tembalang. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis universitas untuk menyelaraskan kinerja hingga tingkat program studi dengan arah pengembangan UNDIP menuju universitas riset yang unggul dan berdaya saing global.

Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Rektor II Universitas Diponegoro, yang menekankan pentingnya penyelarasan perencanaan, pengelolaan sumber daya, dan pencapaian indikator kinerja dalam mendukung target strategis universitas. Cascading kinerja menjadi instrumen penting agar sasaran universitas dapat diterjemahkan secara konkret ke tingkat fakultas, unit kerja, hingga program studi, sehingga setiap unsur memiliki kontribusi yang jelas terhadap pencapaian target UNDIP.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Purwanto, DEA dari BPP memaparkan arah pengukuran kinerja dan IKU Universitas Diponegoro yang mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) UNDIP 2025–2029. Implementasi cascading kinerja diarahkan agar sasaran strategis universitas tidak hanya menjadi target pada tingkat institusi, tetapi dapat diturunkan menjadi indikator yang terukur, realistis, dan dapat dievaluasi pada masing-masing unit.

UNDIP menetapkan visi untuk menjadi universitas riset yang unggul dengan empat misi transformasional yang mencakup pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola. Pada bidang pendidikan, UNDIP mendorong lahirnya lulusan unggul dan kompetitif secara global, komunikatif, profesional, serta memiliki jiwa kepemimpinan. Pada bidang riset, pengembangan diarahkan pada ekosistem penelitian berdaya guna, inovasi berbasis sumber daya lokal, serta publikasi berstandar internasional.

Pada aspek pengabdian kepada masyarakat, aktivitas akademik dan hasil penelitian diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat. Keseluruhan agenda tersebut didukung dengan tata kelola yang mengedepankan prinsip good university governance, yakni efisien, transparan, mandiri, dan berkeadilan.

Salah satu agenda besar yang dibahas adalah peta jalan UNDIP menuju Top 200 QS World University Rankings pada 2029. Target tersebut dirancang secara bertahap, yakni peringkat 551–595 pada 2025, 451–550 pada 2026, 351–450 pada 2027 dan 2028, hingga mencapai Top 200 dunia pada 2029. Pencapaian target tersebut membutuhkan akselerasi kinerja dan transformasi kelembagaan yang melampaui pertumbuhan organisasi secara organik.

Penguatan ekosistem global menjadi salah satu pilar utama. UNDIP menargetkan 4.212 mahasiswa internasional pada 2029, yang didukung melalui peningkatan program mobilitas mahasiswa inbound dan outbound serta student exchange. Jejaring penelitian internasional juga diperkuat melalui International Research Network (IRN) dengan target indeks lebih dari 35, keterlibatan lebih dari 25 negara mitra, dan 100 afiliasi internasional.

Selain keunggulan akademik, kemandirian finansial (financial resilience) menjadi perhatian dalam transformasi UNDIP. Seiring kecenderungan penurunan subsidi APBN, universitas perlu menggeser paradigma pembiayaan dari ketergantungan pada UKT menuju pengembangan sumber pendapatan yang lebih kreatif dan berkelanjutan.

Strategi pendapatan non-APBN tersebut antara lain melalui komersialisasi dan hilirisasi hasil riset, ekspansi layanan unit bisnis dan usaha PTNBH, pengembangan Corporate Social Responsibility (CSR) dan hibah internasional, serta penguatan endowment fund. Kemandirian finansial diharapkan memperkuat kapasitas universitas dalam menjalankan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian secara berkelanjutan.

Dalam Renstra UNDIP 2025–2029, program dan indikator kinerja utama telah disusun secara terukur, meliputi kualitas dan daya saing lulusan, kompetensi dan prestasi mahasiswa, mutu pembelajaran, reputasi akademik, produktivitas publikasi, sitasi, jejaring riset internasional, kerja sama program studi, hilirisasi inovasi, kontribusi kepada masyarakat, kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, tata kelola, pendapatan nonakademik, endowment fund, hingga penguatan branding dan sistem informasi terintegrasi.

Workshop juga dilengkapi dengan sesi diskusi bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Sesi ini menjadi ruang untuk mendiskusikan implementasi cascading kinerja secara lebih operasional, termasuk bagaimana indikator pada tingkat universitas dapat diterjemahkan ke dalam target unit dan program studi. Diskusi tersebut juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan berbagai kondisi, tantangan, serta kebutuhan dalam penerapan sistem kinerja di masing-masing unit.

Melalui forum diskusi yang dihadiri oleh para kaprodi, kadep dan pimpinan unit tersebut, penguatan kinerja tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan indikator secara administratif, tetapi sebagai proses membangun keterhubungan antara target institusi, kinerja unit, dan kontribusi individu. Dengan demikian, pencapaian IKU diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja yang mendukung transformasi universitas secara menyeluruh.

Workshop ini menegaskan bahwa pencapaian target UNDIP membutuhkan keterlibatan dan kontribusi yang selaras dari seluruh fakultas, unit, dan program studi. Melalui mekanisme cascading, setiap unit diharapkan mampu memahami posisi dan kontribusinya terhadap sasaran strategis universitas sekaligus menyusun program yang relevan dengan karakteristik dan potensi masing-masing.

Dengan penguatan tata kelola berbasis kinerja, internasionalisasi, hilirisasi riset, pengembangan sumber daya manusia, serta kemandirian finansial, UNDIP terus membangun fondasi menuju Visi 2029 dan memperkuat posisinya sebagai universitas riset yang unggul, mandiri, berdampak, serta semakin kompetitif di tingkat global.

WhatsApp
X
Facebook