
Baybay City, Filipina – Universitas Diponegoro (UNDIP) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan reputasi internasional dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui partisipasi aktif dalam forum akademik internasional. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Dr. Yoga Pratama dari Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) UNDIP, dalam International Food Value Chain Seminar and Workshop 2026 yang diselenggarakan pada 20–24 April 2026 di Visayas State University (VSU), Filipina.
Kegiatan yang mengusung tema “Advancing Agri-Food Systems through Innovative Technologies for a Safer, Smarter, and Sustainable Future” ini diselenggarakan oleh Department of Food Science and Technology, Visayas State University, bekerja sama dengan Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang serta jejaring perguruan tinggi di kawasan ASEAN dalam kerangka Project for Human Resource Development in Food-Related Areas through Partnership Programs with Universities in ASEAN Region (Phase IV).
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Yoga Pratama berkesempatan menjadi narasumber pada seminar internasional bertajuk “Sustainable Food Systems and Food Waste/Loss Reduction in the Food Chain”, yang dihadiri sekitar 100 peserta dari kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa, serta praktisi di kawasan ASEAN. Pada kesempatan tersebut, Dr. Yoga menyampaikan berbagai strategi pengembangan sistem pangan berkelanjutan, tantangan kehilangan dan pemborosan pangan (food loss dan food waste), serta pentingnya penerapan inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi rantai nilai pangan dalam mendukung pencapaian SDGs.

Selain seminar internasional, pada 21 April 2026 Dr. Yoga juga memberikan guest lecture bertajuk “From Concept to Production: Machinery and Design in the Food Industry” yang diikuti sekitar 300 mahasiswa Program Studi Food Technology dan Biosystems Engineering secara luring maupun daring. Kuliah tamu tersebut membahas proses pengembangan industri pangan mulai dari perancangan konsep produk, pemilihan teknologi proses, hingga desain mesin dan implementasinya dalam industri pangan modern. Sesi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta melalui diskusi dan tanya jawab.
Momentum penting lainnya dalam rangkaian kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Universitas Diponegoro dan Visayas State University pada 22 April 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Dr. Yoga Pratama sebagai delegasi Universitas Diponegoro bersama **President of Visayas State University, Dr. Ivy Yepes. Kerja sama ini menjadi landasan bagi pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, mobilitas mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan kuliah tamu, serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang mendukung internasionalisasi kedua institusi.
Menurut Dr. Yoga Pratama, keikutsertaan Universitas Diponegoro dalam forum akademik internasional tidak hanya menjadi media diseminasi hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai mitra di kawasan ASEAN. “Melalui kegiatan ini, kami dapat berbagi pengalaman penelitian di bidang sistem pangan berkelanjutan sekaligus membangun jejaring yang diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama penelitian, pertukaran akademik, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia pada masa mendatang,” ujarnya.
Partisipasi aktif Universitas Diponegoro dalam kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Equity 2026 yang berfokus pada penguatan reputasi internasional, peningkatan jejaring riset global, dan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals. Melalui kolaborasi yang semakin erat dengan Visayas State University dan berbagai institusi di kawasan ASEAN, UNDIP terus mempertegas perannya sebagai universitas yang aktif berkontribusi dalam pengembangan sistem pangan berkelanjutan di tingkat regional maupun global.