Semarang-tp.undip.ac.id – Universitas Diponegoro kembali menunjukkan peran strategisnya dalam program nasional melalui keterlibatan aktif pada KKN Tematik Keamanan Pangan (KKNT KP) 2026 yang disosialisasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) pada Selasa, 5 Mei 2026. Dalam program ini, Undip tidak hanya berperan sebagai mitra, tetapi juga menjadi salah satu perguruan tinggi yang siap mengawal implementasi langsung di masyarakat.
Dalam pemaparan program, Undip ditargetkan melaksanakan kegiatan di 2 desa dengan melibatkan 63 mahasiswa. Mahasiswa akan diterjunkan sebagai fasilitator keamanan pangan yang berperan dalam edukasi, pendampingan pelaku usaha pangan olahan, serta penguatan praktik keamanan pangan di tingkat desa. Peran ini menjadi wujud nyata kontribusi Undip dalam mendukung peningkatan kualitas pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Program ini menekankan pendekatan berbasis kompetensi, di mana mahasiswa tidak hanya dibekali materi teknis, tetapi juga diarahkan untuk mampu melakukan intervensi langsung melalui sosialisasi, bimbingan teknis, serta pendampingan UMKM pangan. Dengan demikian, kehadiran mahasiswa Undip diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Undip, Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Ia menegaskan bahwa Undip siap mengambil peran lebih besar ke depan, tidak hanya dalam skema KKN tematik, tetapi juga dengan mengintegrasikan semangat keamanan pangan ke dalam program KKN reguler. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat program dan memperkuat kontribusi Undip dalam pembangunan berbasis masyarakat.
Melalui keterlibatan ini, Undip kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam mewujudkan sistem pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
